Plus Minus Karnval
Kemerdekaan
Al-Ittihad,
edisi 6 - Pada dasarnya karnaval kemerdekaan merupakan suatu kegiatan yang
biasanya dilakukan setiap tahun sekali, ketika acara peringatan hari
kemerdekaan indonesia. Yang mana kegiatan itu di ikuti oleh berbagai kalangan
masyarakat, melai dari TK, SD, MI, SMP, SMA, MTs, MA, dan umum, guna untuk
menghibur masyarakat.
Bapak
camat jatirogo, bapak Nawawi mengatakan, antusias masyarakat dalam mengikuti
karnaval kemerdekaan di kecamatan Jatirogo ini, Alhamdulillah meningkat. Dan
kami belum bisa membandingkan seberapa meningkatnya antusias dari masyarakat.
Yang jelas dari berbagai pengetahuan pesertanya meningkat.
“ Dari
kegiatan yang sedemikian itu tentunya ada hal yang tidak diinginkan, seperti
urak-urakan, seenaknya sendiri dalam peraturan lalu lintas. Sedangkan dari hal
posotif yaitu: Perekonomian masyarakat meningkat, seperti banyaknya orang yang
berjualan, larisnya tukang rias, dan khususnya sebagai penghibur masyarakat,”
ungkap bapak camat.
Namun
begitu,bapak Nawawi menegaskan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,
maka karnaval kemerdekaan temanya adalah budaya sehingga tidak ada yang
urak-urakan. karena itu merupakan budaya bangsa indonesia. Dan tertibnya dari sisi
pelaksanaan kapolsek juga mengatur lalu
lintas.
“Pesan
dari bupati Tuban, bapak Kh Fatchul Huda, agar kalangan masyarakat yang ikut
serta dalam karnaval kemerdekaan, bisa sholat maka haruslah mengatur waktunya
mulai dari awal sampai akhir sehingga kewajiban sholat itu bisa terjaga dan
terlaksanakan,“ tegas beliau.
Bapak Nawawi
menambahkan, dari pesan bupati Tuban itu, kami melaksanakan dengan memulai
karnaval kemerdekaan jam 13.30 harus sudah berangkat sehingga masyarakat bisa
sholat dhuhur ashar dan magrib.
“Mengenai
karnaval kemerdekaan dikecamatan jatirogo ini, saya pikir masih perlu untuk
dilaksanakan. Karena apa, hal itu
merupakan sarana penghibur masyarakat, serta meningkatkan perekonomian
masyarakat. Jika tidak ada karnaval, pendapatan dan hiburan masyarakat kurang,”
pungkas beliau saat mengakhiri perbincangan.
By: Wahab&Absor (Red-MA)
Tidak ada komentar: