Relevansi Pendidikan Pesantren di Masa Kini
Apa sebenarnya makna pendidikan pesantren.Pendidikan pesantren dapat diartikan sebagai pendidikan islami. Ada juga yang megatakan pesantren itu
adalah suatu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pesantren. Hal ini
dapat kita ketahui dengan banyaknya pendidikan yang berada di bawah asuhan
suatu yayasan/pesantren.
Dalam artian yang lebih luas, pendidikan
pesantren yaitu lembaga pendidikan formal yang dimana keberadaan pendidikan
tersebut beresampingan dengan pesantren. Dengan catatan pendidikan formal
tersebut dijalankan atau dimotori oleh pesantren/yayasan. Dilihat dari
perkembangannya, penddikan pesantren saat ini juga tidak kalah saing dengan
pendidikan lain yang berstatus negeri. Karena sudah jamak diketahui pendidikan pesantren juga berkembang
pesat. Dengan adanya lembaga pendidikan formal yang didampingi pesantren inilah
yang membuktikan perkembangan pendidikan pesantren. Tidak hanya
berkembang di berbagai wilayah saja,
akan tetapi juga sudah merakyat di berbagai kalangan masyarakat di negeri ini.
Karena bukan hanya pengampu pendidikan pesantren saja, akan tetapi juga
masyarakat yang ikut serta bergotong royong mengembangkan pendidikan. Kita
dapat melihat dengan adanya dengan adanya perkembangan pendidikan saat ini
yaitu persaingan dalam jumlah pelajar yang ada di dunia pesantren dan juga di
lembaga pendidikan yang berstatus negeri.
Dalam perkembangannya, pendidikan
pesantren sangat menonjol. Pesantren merupakan salah satu lembaga
pendidikan tradisional yang muncul sejak awal perkembangan Islam. Di negara
kita sendiri pendidikan pesantren pertama kalinya berada di Pulau Jawa dan Madura. Dari
pendapat dari babad demakmenuturkan, bahwa pesantren pertama didirikan oleh
Raden Patah (Sunan Ampel) pada waktu pemerintahan Prabu Kertawijaya dari
majapahit.
Sistem pendidikan yang dikembangkan memang
masih terkenal dengan kebiasaan yang tradisional.Karena pada zaman dulu para
pelajar atau sering disebut dengan santri hanya belajar pelajaran agama seperti
halnya ilmu tafsir, fiqih, bahasa arab, adab dan qiro'ah. Dalam penerapannya
pendidikan pesantren memang masih menggunakan sistem otoriter, dengan aturan
apapun yang dibuat kyiai harus ditaati oleh santrinya. Dari hal ini pendidikan pesantren masih terkenal dengan sistem barokahnya
(keberhasilan seseorang dalam mencari ilmu dengan selalu bertambahnya ilmu yang
didapatkannya)
Selanjutnya, pendidikan pesantren yang berkembang pada saat
ini sudah sangat banyak.
Secara umum, ada dua macam bentuk pendidikan pesantren, pertama pendidikan pesantren salaf. Pendidikan yang
seperti ini masih mengedepankan ajaran–ajaran islaminya secara tradisonal, seperti ngaji sorogan dan juga ilmu ilmu agama lainnya.
Kedua : pendidikan pesantren yang modern.Pendidikan yang
sebenarnya masih sama dengan pendidikan pesantren salaf, akan tetapi pendidikan
pesantren modern sudah disempurnakan dalam metode kurikulumnya yang sesuai
dengan adanya tuntutan zaman. Keberadaan pendidikan pesantren juga memiliki
andil yang sangat besar bagi munculnya kaum intelek dan para ulama' yang
memiliki dedikasi yang tinggi dalam penyebaran islam lainnya.
Dikalangan masyarakat juga bepandangan bahwa
pendidikan pesantren itu tidak kalah apiknya dengan pendidikan lain. Dan juga
dimata masyarakat pendidikan pesantrenlah yang cocok untuk menghadapi zaman
yang sekarang ini. Karena hanya pendidikan pesantren yang menerapkan sistem
pendidikan nasional islami dalam artian pendidikan berkurikulun nasional yang juga
tidak meninggalkan akidah-akidah Islamnya.
Dalam segi positifnya, pendidikan pesantren
juga memiliki banyak manfaat diantaranya adalah dapat membentengi diri kita
supaya mempunyai akidah islam yang benar, tidak mudah terjerumus ke dalam
ajaran ajaran yang dapat menyesatkan , tidak sembrono dalam bergaul, dan juga
dapat membina kita supaya tidak terjerumus dalam dunia kebebasan di era
globalisasi ini.
Dengan cara inilah kita dapat menaggulangi
dampak-dampak negatif dari kemajuan teknologi. Karena kita tahu di era
globalisasi ini banyak sekali pengaruh negatif khususnya terhadap kalangan
remaja. Sebagaimana yang sudah pada saat ini, banyak sekali sosial media yang
sudah banyak dimainkan oleh para anak-anak, orang dewasa, seperti halnya
facebook, tweeter, chatting, bbm, dll.
Di pandang dari kemanfaatnnya, memang
pendidikan pesantren sangat besar. Akan tetapi juga ada sisi negatif yang
dirasakan para santri, antara lain pertama, pelajar merasa jenuh dengan adanya peraturan-peraturan yang aneh.Kedua, kejenuhan
pelajar akibat terkurung dalam pesantren.Dari sisi negatif itulah yang mengakibatkan tidak adanya respon pelajar terhadap
peraturan yang berlaku. Dan juga banyaknya pelajar yang melakukan
pelanggaran-pelanggaran di sekolah. Hal ini dapat diketahui dengan adanya
kasus-kasus pertikaian antara guru dan pelajar, aksi demo pelaja,r aksi mogok
sekolah dan lain
sebagainya. Tentunya, dari sisi positif dan negative di atas, kita bisa
menilai sejauh mana relevansi pendidikan di pesanren di masa kini.
Tidak ada komentar: