Slider

Profil Madrasah

AL ITTIHAD

ARTIKEL

SERBA SERBI

SISWA

Gallery

» » » Relevansi Pendidikan Pesantren di Masa Kini



Relevansi Pendidikan Pesantren di Masa Kini


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQDI8MqGox7kSLFue-F9PBRBBZhbXtajyc73TRxg2_dGB87cCZUFgYdDR3W1UUQGM20icdl-WXTopBnEtKxtM5BGV0_xFIkkQLvNMeK8oZFuYQJfPe0vWgHqVEXO-QyiOOJQOsyTi7tOf5/s1600/maxresdefault.jpgApa sebenarnya makna pendidikan pesantren.Pendidikan pesantren dapat diartikan sebagai pendidikan islami. Ada juga yang megatakan pesantren itu adalah suatu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pesantren. Hal ini dapat kita ketahui dengan banyaknya pendidikan yang berada di bawah asuhan suatu yayasan/pesantren.

Dalam artian yang lebih luas, pendidikan pesantren yaitu lembaga pendidikan formal yang dimana keberadaan pendidikan tersebut beresampingan dengan pesantren. Dengan catatan pendidikan formal tersebut dijalankan atau dimotori oleh pesantren/yayasan. Dilihat dari perkembangannya, penddikan pesantren saat ini juga tidak kalah saing dengan pendidikan lain yang berstatus negeri. Karena sudah jamak diketahui  pendidikan pesantren juga berkembang pesat. Dengan adanya lembaga pendidikan formal yang didampingi pesantren inilah yang membuktikan perkembangan pendidikan pesantren. Tidak hanya berkembang di berbagai  wilayah saja, akan tetapi juga sudah merakyat di berbagai kalangan masyarakat di negeri ini. Karena bukan hanya pengampu pendidikan pesantren saja, akan tetapi juga masyarakat yang ikut serta bergotong royong mengembangkan pendidikan. Kita dapat melihat dengan adanya dengan adanya perkembangan pendidikan saat ini yaitu persaingan dalam jumlah pelajar yang ada di dunia pesantren dan juga di lembaga pendidikan yang berstatus negeri.
Dalam perkembangannya, pendidikan pesantren sangat menonjol. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tradisional yang muncul sejak awal perkembangan Islam. Di negara kita sendiri pendidikan pesantren pertama kalinya berada di Pulau Jawa dan Madura. Dari pendapat dari babad demakmenuturkan, bahwa pesantren pertama didirikan oleh Raden Patah (Sunan Ampel) pada waktu pemerintahan Prabu Kertawijaya dari majapahit.
Sistem pendidikan yang dikembangkan memang masih terkenal dengan kebiasaan yang tradisional.Karena pada zaman dulu para pelajar atau sering disebut dengan santri hanya belajar pelajaran agama seperti halnya ilmu tafsir, fiqih, bahasa arab, adab dan qiro'ah. Dalam penerapannya pendidikan pesantren memang masih menggunakan sistem otoriter, dengan aturan apapun yang dibuat kyiai harus ditaati oleh santrinya. Dari hal ini pendidikan pesantren masih terkenal dengan sistem barokahnya (keberhasilan seseorang dalam mencari ilmu dengan selalu bertambahnya ilmu yang didapatkannya)
Selanjutnya, pendidikan pesantren yang berkembang pada saat ini sudah sangat banyak.  Secara umum, ada dua macam bentuk pendidikan pesantren, pertama pendidikan pesantren salaf. Pendidikan yang seperti ini masih mengedepankan ajaran–ajaran islaminya secara tradisonal, seperti ngaji sorogan dan juga ilmu ilmu agama lainnya.
Kedua : pendidikan pesantren yang modern.Pendidikan yang sebenarnya masih sama dengan pendidikan pesantren salaf, akan tetapi pendidikan pesantren modern sudah disempurnakan dalam metode kurikulumnya yang sesuai dengan adanya tuntutan zaman. Keberadaan pendidikan pesantren juga memiliki andil yang sangat besar bagi munculnya kaum intelek dan para ulama' yang memiliki dedikasi yang tinggi dalam penyebaran islam lainnya.
Dikalangan masyarakat juga bepandangan bahwa pendidikan pesantren itu tidak kalah apiknya dengan pendidikan lain. Dan juga dimata masyarakat pendidikan pesantrenlah yang cocok untuk menghadapi zaman yang sekarang ini. Karena hanya pendidikan pesantren yang menerapkan sistem pendidikan nasional islami dalam artian pendidikan berkurikulun nasional yang juga tidak meninggalkan akidah-akidah Islamnya.
Dalam segi positifnya, pendidikan pesantren juga memiliki banyak manfaat diantaranya adalah dapat membentengi diri kita supaya mempunyai akidah islam yang benar, tidak mudah terjerumus ke dalam ajaran ajaran yang dapat menyesatkan , tidak sembrono dalam bergaul, dan juga dapat membina kita supaya tidak terjerumus dalam dunia kebebasan di era globalisasi ini.
Dengan cara inilah kita dapat menaggulangi dampak-dampak negatif dari kemajuan teknologi. Karena kita tahu di era globalisasi ini banyak sekali pengaruh negatif khususnya terhadap kalangan remaja. Sebagaimana yang sudah pada saat ini, banyak sekali sosial media yang sudah banyak dimainkan oleh para anak-anak, orang dewasa, seperti halnya facebook, tweeter, chatting, bbm, dll.
Di pandang dari kemanfaatnnya, memang pendidikan pesantren sangat besar. Akan tetapi juga ada sisi negatif yang dirasakan para santri, antara lain pertama, pelajar merasa jenuh dengan adanya peraturan-peraturan yang aneh.Kedua, kejenuhan pelajar akibat terkurung dalam pesantren.Dari sisi negatif itulah yang mengakibatkan tidak adanya respon pelajar terhadap peraturan yang berlaku. Dan juga banyaknya pelajar yang melakukan pelanggaran-pelanggaran di sekolah. Hal ini dapat diketahui dengan adanya kasus-kasus pertikaian antara guru dan pelajar, aksi demo pelaja,r aksi mogok sekolah dan lain sebagainya. Tentunya, dari sisi positif dan negative di atas, kita bisa menilai sejauh mana relevansi pendidikan di pesanren di masa kini.


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply