Islam, Pesantren dan Sumbangsih Untuk Daerah
Islam
merupakan agama samawi (langit) yang disampaikan oleh Allah SWT kepada utusan-Nya, yaitu Nabi Muhammad SAW dikota kelahirannya, Mekkah.
Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, penyebaran Agama Islam dilanjutkan oleh para
Shahabat dan Thabi'in hingga sampai ke Nusantara.
Sejarah
tentang masuknya Agama Islam ke Nusantara belum diketahui dengan pasti, pada Abad ke berapa Agama Islam
masuk. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan antara para ahli mengenai
bukti-bukti yang ditemukannya.
Seperti
halnya pendapat dari Zainal Arifin
Abbas, Ia mengatakan bahwa Agama Islam masuk pada Abad ke-6 pertengahan atau
pada tahun 668 M. Alasanya, ada utusan dari orang Arab di Cina yang telah
mempunyai pengikut Islam di Sumatera Utara.
Namun sejarawan yang kedua, Dr Hamka mengatakan bahwa Agama Islam masuk pada ke-6 pertengahan
juga, namun pada tahun 674 M.Tolak ukurnya adalah adanya Raja Tacheh (Arab)
mengirikan utusannya kepada Ratu Sina. Selain itu, di Pulau Jawa dijumpai orang
Islam dari Arab.Namun pendapat dari Dr.
Hamka bisa terbantahkan oleh pendapat dari Drs Junerd Pariduriyang
mengemukakan bahwa pada tahun 670 M Agama Islam masuk ke Indonesia diwilayah
Barus (Tapanuli, Sumatra Utara) dengan buktinya ada makam Syekh Mukaddin di
Barus yang berangka tahun Ha-Mim yang artinya 48 H/670 M.
Dari
tiga pendapat para ahli sejarah diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa Agama
Islam mulai masuk ke Nusantara pada Abad ke-7 setelah dibulatkan, sesuai dengan
bukti yang telah ditemukan.Untukpembawanyatergantunganalisa darimasing-masing
orang.
Di
Nusantara sendiri, Agama Islammulaimenyebarkewilayah
lain diseluruh Indonesia disebarkanolehparapendatangdariwilayahTimur Tengah,
sepertiSyekhMaulana Malik Ibrahim(Sunan Gresik). BeliaumenyebarkanAgama Islam di daerah Gresik,
JawaTimur. Beliaujugadisebutsebagai Guru Para Wali.
Dari
Sunan Gresik kemudianmunculSunan-Sunanlain, sepertiSunanAmpel, SunanBonang,
SunanGiri, SunanDrajat, SunanKalijaga, Sunan Kudus, SunanMuria,
danSunanGunungJati. MerekasemuamenyebarkanAgamaIslamhinggakepenjuru
Indonesia.
Tak hanya Walisanga saja yang menyebarkan Agama Islam,
terdapat pula para ulama' dan tokoh-tokoh pejuang Islam yang ikut untuk
melakukan Islamisasidi Nusantara. Mereka berjuang tanpa pamrih demi tegaknya
Agama Islam.
Para Ulama' dalam menyebarkan Agama Islamdengan cara mendirikan
pondok-pondok pesantren.Di mana didalam pondok pesantren ini diajarkan berbagai
ajaran tetang Agama Islam. Tak hanya itu saja,
berbagai pelajaran hidup yang sesuai dengan kaidah-kaidah Agama Islam
jaga diajarkan.
Dari sinilah salah satu jalan utuk menyebarkan
ajaranAgama Islam, dan dari pendidikan pesantren pula nantinya akan membentuk
generasi yang berakhlak mulia, dan tentunya paham akan agama islam. Setelah
dirasa cukup dalam menyantri, para
santri pulang ke rumah masing-masing untuk mengajarkan apa yang telah
diterimanya ketika di Pesanren kepada masyarakat.
Peran
pesantren sangatlah penting untuk proses Islamisasi disetiap daerah dimanapun
dan kapan pun. Karena pada zaman modern ini, para pemuda lebih memilih
mengikuti zaman yang lebih sering menyesatkan masa depan, tinimbang memilih belajar di pesantren. Kebanyakan pemuda
mengatakan bahwa mondok adalah hal yang kuno, yang Kudet(Kurang Update) dan tidak
mengikuti perkembangan zaman. Akibat dari itu pemuda sekarang minim sekali akan
pengetahuan Agama.
Kesimpulannya, Agama Islam di Nusantara membutuhkan keberadaan Pesantren.Di mana penyebaran agama Islam memang tak pernah lepas dari didikan di pondok pesantren. Dari sinilah
peran dari para Tholabul Ilmi (Pencari Ilmu) di praktikan,. Mereka dituntut untuk mengajarkan ilmu yang telah mereka
peroleh di daerah masing-masing.Hal itu adalah
sumbangsih yang tak ternilai oleh santri kepada daerah. Sebab, sumbangsih yang
dilakukan santri untuk daerah adalah pendidikan moral untuk generasi penerus
bangsa.
Tidak ada komentar: