Tak Sengaja
| puisi tak sengaja |
Di kelilingi tumpukan _ tumpukan batu bata
Jari jemari mulai bergetar
Karena perut tak merasakan adanya isi
Otak mulai berputar
berisik, canda tawa
menghiasi dinding
asahan kayu yang
begitu terdengar
membuat kening
terasa panas
berfikir kesana kemari
Putaran kipas – kipas menyelimuti tubuhku
Yang dari tadi mengeluarkan jojoran keringat
Kini tak ada sebutir keringatpun keluar
Terasa seperti selendang bidadari menyelimiutiku
terdengar suara
pintu membuka
terdengar suara kaki
menginjak – injak kesucian
lantai putih
suaranya memanggil
namaku
Namun aku tak tahu
Apa maksudnya memanggil namaku
Tak ku sangka dan tak ku duga
Arah utara yang kutuju kantor..!!!
Tidak ada komentar: